

(ist)
INILAH.COM, Jakarta – Harga minyak mentah menukik tajam. Tapi, itu takkan bertahan lama. Banderol minyak dunia bakal kembali ke level tinggi. Maka, krisis ekonomi global yang saat ini berlangsung, tahun depan bukan tak mungkin akan lebih parah.
Kondisi finansial global yang belum juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan, diperkirakan akan semakin suram tahun depan. Hal ini disebabkan proyeksi yang dikeluarkan oleh International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional yang menyebutkan bahwa harga minyak dunia tetap akan kembali ke level tinggi.
Saat ini, dengan kondisi harga minyak yang relatif stabil di bawah US$ 100 per barel, perekonomian dunia cukup tertolong dan memiliki ruang untuk bergerak. Seretnya likuiditas diredam dengan turunnya harga-harga komoditas utama, termasuk pangan yang mengikuti harga minyak dunia.
Namun bila kemudian harga minyak kembali membumbung tinggi, diperkirakan harga komoditas kembali akan meningkat. Jelas, ini akan membuat eskalasi krisis ekonomi global bakal meningkat.
Penjelasan mengenai tingginya harga minyak tersebut dikemukakan Direktur Eksekutif IEA, Nobuo Tanaka. Dia mengatakan minyak akan tetap menjadi sumber energi utama dunia. “Tren permintaan minyak akan tetap naik. Era minyak murah sudah selesai,” ujarnya saat peluncuran Indonesia Indepth Energy Policy Review di Departemen ESDM Jumat (21/11).
Tanaka mengakui memang sulit memprediksi kapan tren penurunan harga minyak saat ini berakhir. Sebab, hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari ketersediaan dan permintaan, sentimen pasar, hingga fundamental perekonomian. “Karena itu, volatilitas harga tetap akan terjadi,” katanya.
Dia mengatakan, IEA hanya memiliki proyeksi jangka panjang. Sebab, dalam proyeksi jangka panjang, faktor ketersediaan dan kebutuhan akan lebih berpengaruh dibandingkan sentimen pasar sesaat. “Antara periode sekarang dan 2030, harga minyak berpotensi menembus US$ 200 per barel,” terangnya.
Berdasarkan skenario IEA, permintaan energi primer global akan tumbuh 1,6% per tahun untuk periode 2006-2030, dari 11.730 metrik ton oil equivalen (Mtoe) hingga 17.010 Mtoe, atau naik 45%. Laju pertumbuhan permintaan ini melemah dibandingkan proyeksi 2007 dimana pada saat itu krisis keuangan di AS belum terjadi.
Sementara permintaan minyak global di luar biofuel, naik 1% per tahun. Dari rata-rata 85 juta barel per hari (Bph) pada 2007 menjadi 106 juta Bph pada 2030.
Sedangkan data dari EIA menyebutkan, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di pasar New York Mercantile Exchange (Nymex) untuk rata-rata bulan Juli yang ada di level US$ 133 per barel, pada periode Oktober sudah di level US$ 77 per barel.
Sementara harga rata-rata minyak WTI sepanjang 2008 diproyeksikan ada di angka US$ 101,45 per barel. Sedangkan harga minyak sepanjang 2009 nanti diproyeksikan ada di kisaran US$ 63,5 per barel.
Dampak krisis perekonomian global, dalam jangka pendek juga menurunkan proyeksi harga gas. Harga gas alam cair (LNG) spot Henry Hub yang pada 2008 diprediksi di kisaran US$ 9,27 per metrik kaki kubik (MCF), pada 2009 nanti diperkirakan bakal turun ke US$ 6,82 per MCF.
Di Indonesia sendiri, harga minyak untuk tahun depan ditetapkan berada di level US$ 95-110 per barel, dinilai moderat. Berbagai analis memprediksikan harga minyak tahun depan diatas US$ 100 per barel. Oleh karena itu, pemerintah harus siap dengan berbagai kondisi yang mungkin terjadi pada tahun depan, sehingga bila prediksi buruk yang diramalkan benar-benar terjadi, pemerintah tidak kedandapan. Suatu hal yang sering kali terjadi akhir-akhir ini, ditandai dengan kebijakan reaksioner untuk mengantisipasi krisis. [I4]
- Benang Kusut Batu Bara Teratasi
- Oow! Emas Hitam Asia Turun
- Belum Ada Putusan Penurunan BBM
- Meraup Untung dari Darah Palestina
- Gawat! Minyak Nyaris US$ 50 Per Barel
- Wah! Pemerintah Ragu Turunkan BBM
- Bank Mandiri Akuisisi Satu Bank
- Pertamina Jamin BBM Tak Langka
- Waspadai Harga Minyak Dunia
- 2009, Produksi Medco Turun
- Gas Masuk PIM Pekan Ini
- Minyak Asia Naik Akibat Krisis TimTeng
- SBY: BBM Turun dalam Waktu Dekat
- BBM Langka, Pertamina Mengalah
- Ha! 50 SPBU di Jabodetabek Kosong