

(Ist)
INILAH.COM, Jakarta – Ada yang lain dalam forum Silaturahim dan Dialog Keluarga Pahlawan Nasional di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (19/11). Acara yang dikemas dengan menghadirkan sejumlah ahli waris para pahlawan nasional itu juga dihadiri Siti Hediati Hariyadi, salah satu putri mantan Presiden HM Soeharto.
Dengan busana terusan yang didominasi warna hijau, sosok yang akrab disapa Titik Soeharto itu tampil mencolok di tengah peserta acara yang didominasi perempuan berjilbab tersebut.
Meski tak turut menjadi pembicara seminar PKS, Titik juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan sejumlah ahli waris pahlawan nasional, seperti KH Sholahudin Wahid (cucu KH Hasyim Asy’ari), Bambang Sulastomo (putera Bung Tomo), Amelia A. Yani (putri Ahmad Yani), Halida Hatta (putri proklamator Mohammad Hatta), dan Agustanzil Sjahroezah (cucu KH Agus Salim.
Mantan isteri capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto itu menegaskan sangat mengapresiasi langkah PKS yang menyebut Pak Harto sebagai guru bangsa. “Alhamdulillah, saya mengapresiasi langkah PKS,” kata Titik dengan logat Jawa yang khas.
Dalam acara tersebut, tampak Titik begitu akrab dengan beberapa petinggi PKS, seperti Sekjen Anis Matta dan Wakil Sekretaris Fraksi PKS Zulkieflimansyah. Apakah ini isyarat bahwa keluarga Cendana melirik PKS sebagai kendaraan politik dalam Pemilu 2009? Berikut ini wawancara lengkapnya:
Bagaimana tanggapan Anda terhadap acara PKS dengan mengumpulkan beberapa ahli waris pahlawan nasional kita?
Dengan keadaan negara masih amburadul seperti saat ini, kenapa sih (masyarakat kita) melihat kesalahan orang-orang aja? Mestinya kita bersatu, kita lihat yang bagus dari pahlawan kita. Bagaimana kita mikirin ke depan. Saya kira maksud PKS juga begitu yah, mengadakan acara seperti ini.
Apakah Anda punya alasan politis, hadir di acara PKS?
Saya rasa tidak. Saya diundang sebagai keluarga almarhum Pak Harto. Walaupun negara belum mengakui Pak Harto sebagai pahlawan, tapi buat sebagian rakyat Indonesia, saya kira Pak Harto adalah pahlawan bangsa.
Bagaimana respons keluarga Cendana atas iklan PKS beberapa waktu lalu, yang menempatkan Pak Harto sebagai pahlawan dan guru bangsa?
Alhamdulillah, kami mengapresiasi karena PKS bisa menerima kenyataannya seperti itu.
Tapi hanya PKS yang menyebutkan bahwa Pak Harto sebagai guru bangsa. Partai Golkar yang dulu dibesarkan oleh Pak Harto bahkan belum menyebut Pak Harto sebagai guru bangsa, bagaimana ini?
Sampeyan loh yang ngomong gitu.
Ada penilaian khusus tidak, terhadap PKS?
Itu biar masyarakat yang menilai.
Apakah keluarga Cendana rapat khusus terkait dengan iklan politik PKS?
Tidak ada rapat-rapatan. Pak Harto itu bukan hanya punya keluarga, tapi punya bangsa Indonesia. Siapa pun yang memakai beliau untuk yang bagus, ya why not?
Apakah ada tawaran untuk masuk di PKS?
Tidak ada. Pokoknya semuanya (partai politik, red) teman. Saya tidak mau masuk partai ini dan itu. Kita semua tidak berpolitik, panggungnya terlalu penuh, kita jadi penonton saja. Tapi kita tidak golput, itu nggak boleh. [P1]
- Effendi Ghazali
Golkar & Demokrat Harus Berebut Citra! - Boni Hargens
LSI Bagian dari Tim Sukses SBY! - Tifatul Sembiring
Eksploitasi Isu Palestina? Itu Tuduhan Ngawur! - Chozin Chumaedy
Partai Islam Itu Egois! - Dedi Nur Hidayat
Memprotes Israel, Langkah Mundur PKS - M Izzul Muslimin
SB Sengaja Tinggalkan Muhammadiyah - Zainun Kamal
Hijrah Itu Menghapus Kebodohan! - Mudji Sutrisno
Natal Adalah Kepedulian - Boni Hargens
SBY Figur Buruk dari yang Terburuk - M Adnan Anwar
Dana Politik Adalah Faktor Penentu! - Ahmad Bakir Ikhsan
JK-Hidayat Bisa Digarap dari Sekarang - Arbi Sanit
Prabowo Tak Layak Dampingi Mega! - Fahri Hamzah
PKS Tak Punya Budaya Saling Tuding! - Indria Samego
Dengan Poros Tengah, Pilpres Lebih Fair - Din Syamsuddin
Politisi Islam Jangan Inferior