
INILAH.COM, Pekanbaru - Anggota KPU lebih mementingkan melakukan sosialisasi pemilu 2009 di luar negeri dibanding mendahulukan sosialisasi di tanah air. Hal ini menurut Ketua DPR Agung Laksono dikhawatirkan akan terjadi salah paham di tengah masyarakat.
"Pada Pemilu nanti bukan dicoblos seperti sebelumnya, tapi dicontreng atau ditandai. Kita khawatir akan hal ini, karena banyak masyarakat yang tidak mengerti. Ini disebabkan kurangnya sosialisasi KPU ke masyarakat," kata Agung pada acara Pertemuan Caleg dari Partai Golkar se-Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Jumat (21/11) malam.
"Sosialisasi KPU sudah baik, tapi di luar negeri, bukan di Indonesia. Semestinya KPU Pusat mendahulukan sosialisasi pemiu di dalam negeri," tambahnya dengan nada menyindir.
Ia meminta kepada KPU Pusat untuk segera mensosialisasikan cara memilih kepada masyarakat, apakah mencontreng nama saja atau beserta gambar partai. Selain itu, KPU mesti membuat suatu peraturan tentang cara pemilihan tersebut untuk disebarkan ke masyarakat.
"Ingat bahwa pada Pemilu 2004 saja ada 12 juta surat suara yang gugur. Padahal itu merupakan Pemilu yang ke 9 dengan cara yang sama. Bisa dibayangkan kalau sekarang caranya beda! berapa jumlah surat suara yang tidak sah?" tegas Agung.
Menyinggung target yang akan diraih partai berlambang pohon beringin itu, Agung menjelaskan, jika Pemilu 2004 lalu Partai Golkar berhasil meraup suara sebanyak 24 juta suara, pada Pemilu mendatang partai pemerintah ini akan menaikkan target perolehan menjadi 36 juta suara atau sekitar 30 persen.
Hal itu, kata Agung, bukanlah pekerjaan yang ringan. Agung mengharapkan agar seluruh caleg terus melakukan konsolidasi. Agung juga menyebutkan bahwa pada masa kampanye pemilu kali ini, DPP Golkar akan menyediakan dana stimulus bagi caleg di daerah-daerah.[*/nng]
- Polarisasi Golkar-Demokrat Jelang Pilpres
- Tali Kasih Mega di Indonesia Timur
- KPU Bantah Diintervensi Pemerintah
- Irgan Bantah Parmusi dan NU Pecah PPP
- SDA: PPP Jangan Jago Kandang
- PD: SBY Tak Khawatir Pemilih Bergeser
- Mega Road Show Natal ke 5 Kota
- Din: Jangan Cari Hidup di Muhammadiyah
- PPP Berharap Hidup di Masa Orba
- SDA: Manuver Chamsyah Tak Lazim
- China Sensor Google karena Porno
- 'SDA-Chamsyah Harus Tekan Ego'
- Doa & Tumpeng untuk HUT ke-36 PPP
- Mendagri: Perppu untuk Kelancaran Pemilu
- SBY 'Curi' Investor Jadi Donatur